Sebuah Catatan Pembelajaran Sebelum Pamit

Awalnya saya benar-benar ragu untuk bergabung di BEM KMFT. Karena kata orang-orang BEM itu eksklusif, BEM itu sibuk, dan BEM itu sarat dengan politik kampus. Keraguan saya itu timbul karena saya malas terutama untuk bagian perpolitikan itu. Saya tidak paham politik. Tapi ya akhirnya saya masuk juga. Iseng-iseng berhadiah.
Dulu, seperti yang saya katakan, kenapa sebenarnya saya ragu untuk masuk ke dunia persilatan BEM, karena katanya mahasiswa yang suka berdemo ria, cuap-cuap soal urusan politik, pemerintahan, kesejahteraan rakyat, dan sebagainya itu kerjaan anak-anak BEM. Dan saya pikir, “Aduh. Kuliah, makan minum dan buang air yang kalau di tempat umum bayar saja masih pakai duit mamak bapak, kenapa repot-repot turun ke jalan demo atas nama kesejahteraan rakyat sih…”. Ya seperti itu dulu yang saya pikirkan. Memang, ada juga baiknya. Yang saya tahu, ya anak-anak BEM itu penuh kesempatan untuk membangun network yang bagus karena untuk tingkat fakultas saja orang-orang di dalamnya sudah berasal dari jurusan-jurusan yang berbeda. Apalagi tingkat universitas.
Tapi dibalik keragu-raguan itu, dan disamping niat awal saya yang hanya iseng-iseng berhadiah, hanya satu sebenarnya yang masih mendorong saya untuk akhirnya tetap masuk ke BEM. Saya hanya ingin punya wadah diluar aktivitas kuliah saya. Dan kenapa BEM? Karena waktu itu kebetulan BEM buka rekrutmen. Oh ya, satu lagi. Kata beberapa orang juga, dulu, “BEM teknik masuknya gampang kok. Kamu daftar  saja pasti masuk”. Ha? Apa iya?
Dan disinilah saya sekarang, sebagai salah satu kader BEM KMFT UGM. Saya akui, apa yang saya rasakan di BEM KMFT sampai sekarang, justru mungkin akan membuat saya menyesal ketika seandainya dulu tidak mencoba iseng-iseng berhadiah itu.
Hampir dua tahun berada di BEM KMFT dan melalui perjalanan 3 kabinetnya benar-benar menjadi masa-masa penuh pembelajaran bagi saya. Ya, jelas, diluar kelas-kelas saya dengan dosen-dosen saya tercinta itu. Tapi menyoal pembelajaran di BEM saya kira bukan hanya tentang keorganisasian. Ada sesuatu yang lebih esensial yang ternyata saya peroleh di sini. Yaitu, tentang bagaimana menjadi penggerak bagi diri sendiri maupun orang lain. Tidak hanya itu. Setelah akhirnya saya  berada di BEM juga, banyak ketidaktahuan dan keragu-raguan yang waktu itu ada di kepala saya sebelum saya masuk ke BEM ternyata terjawab.
Oh ya, saya merupakan kader BEM KMFT dari Kementerian Sosial Masyarakat (SOSMAS). Dan soal gerak-menggerakkan, saya benar-benar memandang pergerakan itu secara sederhana sekali. Ketika ada orang lain yang membutuhkan, maka saya harusnya bisa bergerak membantu mereka sesuai kemampuan saya, tidak peduli kecil atau besarnya. Barangkali hanya itu.
 Disini saya belajar menggerakkan diri saya untuk senantiasa melakukan segala sesuatu dengan sebenar-benarnya usaha untuk kepentingan yang jelas mengutamakan orang lain dibanding kepentingan kementerian atau kepentingan kita sendiri. Karena pada dasarnya pergerakan Kementerian SOSMAS mengarah pada pemberdayaan, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu adalah bagaimana membuat orang lain ikut tergerak dengan setidak-tidaknya atas dasar simpati dan kepedulian.  Sederhana tapi sulitnya bukan main.
Selama saya berada di Kementerian SOSMAS, melaui banyak kegiatan yang saya jalani terutama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, dinamika kondisi, emosi dan banyak hal tidak terduga seringkali berbenturan. Ekspektasi benar-benar tidak pernah sesuai dengan realita. Tapi di balik itu semua, ada pelajaran yang saya temukan di Kementerian SOSMAS dan secara mengagumkan membuka banyak jalan-jalan yang saya tempuh. Pelajaran ini yang setelah sekian lama saya ada di Kementerian SOSMAS, saya sadari baru disaat saya mengalami masa-masa penuh tantangan dengan menjadi penanggungjawab salah satu program kerja kami di Kementerian SOSMAS. Dua hal yang menjadi pelajaran itu adalah kepercayaan dan keikhlasan. Bagaimana membangun kepercayaan pada setiap usaha yang saya lakukan, apapun hasilnya, percaya pada orang-orang yang bekerja bersama saya, dan percaya pada masyarakat yang bersama dan kepada mereka juga pemberdayaan, pengabdian dan pelayanan ini ditujukan. Saya juga mempelajarinya melalui orang-orang luar biasa yang membersamai saya selama di Kementerian SOSMAS ini. Betapa sebuah kepercayaan itu membuka sekat-sekat keraguan di antara kami. Dan betapa eratnya kekeluargaan yang saya rasakan karena kepercayaan itu.
Soal keikhlasan. Ini sebenarnya pelajaran tingkat tinggi. Saya pun masih terus berusaha untuk bisa melakukannya dengan sebaik-baiknya keikhlasan. Karena sebagian besar hal yang saya lakukan disini harus saya bagi dengan kewajiban saya beraktivitas di ranah akademik. Pun sebenarnya ini juga bagian dari tanggungjawab sebagai mahasiswa melakukan Tri Dharma Perguruan tinggi. Tapi sejujurnya bagi saya, memang butuh kerelaan untuk membagi hal ini. Dan, ini benar. Ketika dua hal ini saya usahakan, banyak sekali pintu-pintu, yang seringkali memang tidak mudah, tapi hampir pasti sesuai dengan yang saya butuhkan selama perjalanan saya di Kementerian SOSMAS.
Apa yang menjadi harapan saya melalui tulisan ini adalah, agar setiap kader-kader di BEM KMFT UGM ini dapat menjalani setiap langkahnya di BEM dengan penuh keterbukaan untuk belajar dan membaginya kepada orang lain. Setiap pengalaman yang dilewati di BEM KMFT ini saya yakini menjadi pembelajaran paling baik untuk kita, terlepas itu baik atau buruk yang kita terima. Dua pelajaran besar yang saya temukan di Kementerian SOSMAS BEM KMFT yang saya anggap merupakan tempat yang memberikan guru-guru terbaik untuk saya, teman-teman terbaik, dan juga keluarga kedua bagi saya ini semoga dapat menjadi pelajaran juga bagi yang lain. Bahwa, sekali lagi, kepercayaan dan keikhlasan selalu bisa mengantarkan kita pada jalan-jalan terbaik sekalipun banyak kesulitan, sakit dan luka yang kita terima di jalan itu.
Terima kasih kepada Allah SWT yang telah menghadirkan orang-orang terbaik di BEM KMFT UGM ini di sekeliling saya. Karena mereka, saya belajar banyak hal yang membuat saya menjadi saya yang terbaik versi diri saya. Semoga setiap langkah-langkah dan usaha-usaha yang telah kita lewati di BEM KMFT ini sepenuhnya menjadi kebermanfaatan bagi setiap orang di sekeliling kita. Dan menjadi kebaikan bagi kita untuk bekal kehidupan kita yang selanjutnya. 

Time flies
I don’t even realize it’s very close to the end
And here I am
Giving the  best tribute for BEM KMFT UGM
As my place to learn
As my home to back

Pamit?
“Because the end is just another beginning”

                                                                                                             

Share:

1 komentar

  1. Assalamualaikum
    Kami ibu mita dari palembang ingim menyampaikan kisah nyata kami siapa tau ada yg ingin seperti saya.

    Meski hidup dalam keprihatinan, karena hanya mengandalkan penghasilan dari jual gorengan, namun rumah tangga kami terbilang harmonis. Jika berselisih paham, kami selalu menempuh jalan musyawarah. Hal itu wajib kami terapkan untuk menutupi aib dan segala bentuk kekurangan yang ada dalam rumah tangga kami agar tidak terdengar oleh orang luar. Karena begitulah pesan dari para orang tua kami.

    Hari demi hari aku habiskan hanya untuk bekerja dan bekerja. Hal itu aku lakukan, selain sadar akan tanggung jawabku sebagai orang tua , juga ingin menggapai harapan dan cita cita. Yah, mungkin dengan begitu ekonomi keluargaku dapat berubah dan aku bisa menyisihkan sedikit uang penghasilanku itu untuk masa depan anak-anakku dikemudian hari. Namun semua itu menjadi sirna.

    Selanjutnya kami pun melangkah untuk mencobanya minta bantuan melalui dana gaib tanpa tumbal,alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan.

    Jalan ini akan mengubah kemiskinan menjadi limpahan kekayaan secara halal dan tidak merugikan orang lain.

    Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami,
    saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami.
    Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan silahkan
    hubungi
    Ki Witjaksono di:0852-2223-1459
    Supaya lebih jelas kunjungi blog
    Klik-> PESUGIHAN UANG GAIB

    BalasHapus